Rabu, 28 November 2012

Cerpen "Suara di Malam Hari"


Suara di Malam Hari
Sepulang sekolah, aku langsung menuju ke kulkas. Kubuka pintunya lalu kuambil sebotol air minum. Glek glek glek … Kuminum sampai habis. Cuaca saat itu sangat panas. Membuatku selalu merasa haus.
Setelah ganti baju, aku mengambil handuk untuk mencuci muka. Nah, saat mengambil handuk, terdengar bunyi dari bawah kakiku. Cit… Cit… Cit… Cit…
Kutundukkan kepalaku. Tampak ada dua ekor tikus di dekat kakiku. Spontan aku berteriak keras-keras.
“Kakak, takut ya?” ejek Kevin, adikku.
“Darimana tikus itu?” tanyaku ketakutan.
“Ini bukan tikus, tetapi hamster Kak. Ayah membelikannya untukku.”
“Cepat masukkan hamster itu kedalam kandangnya!” teriakku.
Kevin segera memasukkan hamster-hamster itu kedalam kandangnya. Lalu, aku berjalan menuju westafel untuk mencuci mukaku.
Malam harinya, Kevin meletakkan wortel dan biji bunga matahari ke dalam kandang hamsternya. Kandang hamster itu lalu diletakkan di dapur. Kulihat kedua hamster itu berlari kesana kemari di dalam kandang. Sangat lucu. Namun aku belum berani memegang hamster itu karena mirip dengan tikus.
Jam dinding kamarku menunjukkan pukul sepuluh malam. Ibu menyuruh aku dan Kevin untuk segera tidur. Ibu mengucapkan selamat malam, lalu mematikan lampu kamarku.
Saat aku akan memejamkan mata, tiba-tiba aku mendengar suara dari dapur. Kupasang kedua telingaku dengan benar. Krek… Krek… Krek… Semakin lama, suara itu semakin jelas terdengar. Kutarik selimut agar seluruh tubuhku tertutup. Kututup telingaku dengan tangan dan aku berpura-pura tidak mendengar suara menakutkan itu. Kupejamkan mata erat-erat.
Keesokan paginya, aku berangkat ke sekolah dengan mata yang masih mengantuk. Aku tidak terlalu memikirkan suara menakutkan tadi malam itu. Kupikir, itu mungkin suara cicak atau tikus yang sedang berkeliaran.
Sepulang sekolah, aku mengambil sebotol air minum dingin dari kulkas. Kulihat Kevin sedang member makan dan minum pada kedua hamsternya. Tetapi kedua hamster itu sedang tertidur lelap. Mereka tidak memperdulikan Kevin yang sedang member makan dan minum kepadanya.
“Mengapa hamster-hamster ini tidur, ya? Harusnya, kan, mereka bermain,” keluh Kevin.
“Mungkin hamster-hamster itu mengantuk,” ucapku.
Saat itu, aku jadi teringat pada suara menakutkan yang tadi malam kudengar. Aku bertanya pada Kevin.
“Apa tadi malam kamu mendengar suara aneh?”
“Suara aneh…?” gumam Kevin.
“Iya, suara anehdari dapur,” ucapku lagi.
“Tidak”
Hmm, rupanya tadi malam Kevin tidur pulas sekali.
Malam harinya, Kevin tidur di kamarku. Katanya, ia baru saja nonton film horror. Ia takut tidur sendiri di kamarnya.
Pukul sebelas malam aku terbangun. Karena udara terasa panas sekali. Aku ingin menyalakan kipas angin. Tiba-tiba aku mendengar suara itu lagi. Krek… Krek… Krek… Suara itu terdengar jelas sekali. Karena aku takut, aku membangunkan Kevin.
“Ada apa, Kak?” tanya Kevin.
“Apakah kamu mendengar sesuatu?”
Krek… Krek… Krek… Krek…
“Iya, suara apa sih itu, Kak?”
“Aku tidak tau. Lebih baik kita periksa saja yuk!” ajakku.
Aku berjalan di depan dan Kevin berjalan di belakangku. Kami berdua menuju dapur. Lalu kunyalakan lampu. Aku dan Kevin mulai mencari sumber arah datangnya suara aneh itu. Tiba-tiba, Kevin tertawa.
“Ha..ha..ha..ha..ha..ha.. Aku menemukan sumber suara itu!” ujar Kevin dengan gembira.
Ternyata, itu bunyi roda putar di dalam kandang yang sedang dimainkan hamster-hamster Kevin. Hamster-hamster itu ternyata tidak tidur. Mereka terus bermain roda putar walau hari sudah larut malam.
Aku dan Kevin kembali ke kamar dengan perasaan lega. Akhirnya malam itu kami bisa tidur dengan nyenyak sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar