Suara di
Malam Hari
Sepulang sekolah, aku
langsung menuju ke kulkas. Kubuka pintunya lalu kuambil sebotol air minum. Glek
glek glek … Kuminum sampai habis. Cuaca saat itu sangat panas. Membuatku selalu
merasa haus.
Setelah ganti baju, aku
mengambil handuk untuk mencuci muka. Nah, saat mengambil handuk, terdengar
bunyi dari bawah kakiku. Cit… Cit… Cit… Cit…
Kutundukkan kepalaku.
Tampak ada dua ekor tikus di dekat kakiku. Spontan aku berteriak keras-keras.
“Kakak, takut ya?” ejek
Kevin, adikku.
“Darimana tikus itu?”
tanyaku ketakutan.
“Ini bukan tikus, tetapi
hamster Kak. Ayah membelikannya untukku.”
“Cepat masukkan hamster
itu kedalam kandangnya!” teriakku.
Kevin segera memasukkan
hamster-hamster itu kedalam kandangnya. Lalu, aku berjalan menuju westafel
untuk mencuci mukaku.
Malam harinya, Kevin
meletakkan wortel dan biji bunga matahari ke dalam kandang hamsternya. Kandang
hamster itu lalu diletakkan di dapur. Kulihat kedua hamster itu berlari kesana
kemari di dalam kandang. Sangat lucu. Namun aku belum berani memegang hamster
itu karena mirip dengan tikus.
Jam dinding kamarku
menunjukkan pukul sepuluh malam. Ibu menyuruh aku dan Kevin untuk segera tidur.
Ibu mengucapkan selamat malam, lalu mematikan lampu kamarku.
Saat aku akan memejamkan
mata, tiba-tiba aku mendengar suara dari dapur. Kupasang kedua telingaku dengan
benar. Krek… Krek… Krek… Semakin lama, suara itu semakin jelas terdengar.
Kutarik selimut agar seluruh tubuhku tertutup. Kututup telingaku dengan tangan
dan aku berpura-pura tidak mendengar suara menakutkan itu. Kupejamkan mata
erat-erat.
Keesokan paginya, aku
berangkat ke sekolah dengan mata yang masih mengantuk. Aku tidak terlalu
memikirkan suara menakutkan tadi malam itu. Kupikir, itu mungkin suara cicak
atau tikus yang sedang berkeliaran.
Sepulang sekolah, aku
mengambil sebotol air minum dingin dari kulkas. Kulihat Kevin sedang member
makan dan minum pada kedua hamsternya. Tetapi kedua hamster itu sedang tertidur
lelap. Mereka tidak memperdulikan Kevin yang sedang member makan dan minum
kepadanya.
“Mengapa hamster-hamster
ini tidur, ya? Harusnya, kan, mereka bermain,” keluh Kevin.
“Mungkin hamster-hamster
itu mengantuk,” ucapku.
Saat itu, aku jadi
teringat pada suara menakutkan yang tadi malam kudengar. Aku bertanya pada
Kevin.
“Apa tadi malam kamu
mendengar suara aneh?”
“Suara aneh…?” gumam
Kevin.
“Iya, suara anehdari
dapur,” ucapku lagi.
“Tidak”
Hmm, rupanya tadi malam
Kevin tidur pulas sekali.
Malam harinya, Kevin
tidur di kamarku. Katanya, ia baru saja nonton film horror. Ia takut tidur
sendiri di kamarnya.
Pukul sebelas malam aku
terbangun. Karena udara terasa panas sekali. Aku ingin menyalakan kipas angin.
Tiba-tiba aku mendengar suara itu lagi. Krek… Krek… Krek… Suara itu terdengar
jelas sekali. Karena aku takut, aku membangunkan Kevin.
“Ada apa, Kak?” tanya
Kevin.
“Apakah kamu mendengar
sesuatu?”
Krek… Krek… Krek… Krek…
“Iya, suara apa sih itu,
Kak?”
“Aku tidak tau. Lebih
baik kita periksa saja yuk!” ajakku.
Aku berjalan di depan dan
Kevin berjalan di belakangku. Kami berdua menuju dapur. Lalu kunyalakan lampu.
Aku dan Kevin mulai mencari sumber arah datangnya suara aneh itu. Tiba-tiba,
Kevin tertawa.
“Ha..ha..ha..ha..ha..ha..
Aku menemukan sumber suara itu!” ujar Kevin dengan gembira.
Ternyata, itu bunyi roda
putar di dalam kandang yang sedang dimainkan hamster-hamster Kevin.
Hamster-hamster itu ternyata tidak tidur. Mereka terus bermain roda putar walau
hari sudah larut malam.
Aku dan Kevin kembali ke kamar dengan perasaan
lega. Akhirnya malam itu kami bisa tidur dengan nyenyak sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar